Minggu, 26 Mei 2019

Tjong A Fie Mansion

Mampir ke kediaman Tjong a fie ini mengingatkan saya pada sejarah lama, ketika saya tiap hari melewati Kesawan dua kali sehari pergi dan pulang sekolah dari SMP negeri 2 di Jalan Pemuda. Bertahun-tahun melewati rumah ini belum sekalipun saya masuk, barulah kali ini saya punya kesempatan untuk melihat-lihat ke dalam ruangan-ruangannya. 
Pintu masuk utama difoto dari dalam, agak susah mengambil foto dari luar karena ramai lalu lintas.

Cong A Fie Mansion - Tampak depan
Add caption
Kediaman Tjong A Fie berada di Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Medan, yang didirikan pada tahun 1900. Rumah ini dibuka untuk umum pada 18 Juni 2009 untuk memperingati ulang tahun Tjong A Fie yang ke-150.
Foto Cong A Fie di ruangan utama

Tjong A Fie dikenal dermawan dan sangat dekat dengan masyarakat pribumi. Sebagai dermawan, ia banyak menyumbang untuk warga yang kurang mampu. Ia sangat menghormati warga muslim, bahkan berperan serta dalam mendirikan tempat ibadah yakni Mesjid Raya Al-Mashun dan Mesjid Gang Bengkok.
Karena sifatnya yang dermawan dan toleran tanpa membeda-bedakan bangsa, ras, agama dan asal-usul, Tjong A Fie senantiasa dikenang oleh warga Medan dan sekitarnya.
Untuk masuk ke Tjong a fie mansion kita dikenakan biaya 35ribu rupiah, agak mahal juga sih menurut saya, tapi kepuasan yang kita dapatkan setimpallah dengan biaya yang kita keluarkan.


Ruang terbuka ditengah-tengah rumah berfungsi sebagai tempat sirkulasi udara sehingga rumah terasa sangat nyaman.

Pintu masuk keruangan utama dari ruang terbuka dalam rumah. Seperti pada kebiasaan rumah warga Cina umumnya mereka menggunakan fengsui harus ada ruangan udara ditengah rumah untuk sirkulasi udara.  Ini membuat suasana terasa sangat adem.

Dekorasi didalam ruangan dipenuhi mebel dari masa lalu, ada juga lampu hias kristal yang cantik. Ruangan tertutup dibelakang itu tidak diperkenankan masuk untuk umum, karena itu adalah tempat ibadahnya.

Ada tangga kayu cantik untuk naik kelantai atas.

Ranjang kayu antik ini adalah bagian dari ruang tidur Tjong A Fie.

Kursi jati tua di ruang duduk utama.

Ruang makan mewah dari masa lalu.

Ruangan tempat Tjong A Fie biasa menerima tamu, menjamu tamu-tamunya dan tempat  ini juga biasa digunakan untuk tempat pesta dansa.

Jam dinding tua ini mengingatkan saya dengan jam dinding kesayangan ayah dirumah kami. Supaya tetap hidup jam dinding ini harus diputar kuncinya setiap hari.

Ruang terbuka disisi sayap kanan rumah. Selasar ini adalah jalan menuju ke dapur di belakang. Ruangan disamping adalah kamar-kamar untuk pembantu dan sopir.


Ruang keluarga, disini biasanya Cong A Fie duduk santai bersama keluarga sambil menikmati alunan piano. Kursi tamu terbuat dari Jati dan dudukan dan sandaran yang terbuat dari anyaman rotan.


Salah satu pojok ruangan. Rumah Tjong A Fie ini juga dipercaya berhantu,  Sepertinya hantunya muncul diruangan ini dalam bentuk cahaya, tadinya setahu saya disitu nggak ada benda apa-apa. Hahahaha . . . jadi seram juga.


Tjong A Fie dimakamkan di dekat rumah peristirahatannya di Pulau Berayan. Cerita dan foto-foto Kuburan Tjong A Fie  telah saya tulis pada cerita sebelumnyanya.
Pada umumnya semua ruangan disesuaikan dengan perhitungan feng sui yang tepat sehingga benar-benar terasa sangat nyaman.
Tjong A Fie Mansion – Jl. A Yani no 97-99 Kesawan – Medan.

0 komentar:

Posting Komentar