Selasa, 28 Mei 2019

Danau Toba (8) - Situs Batu Hobon - Pusuk Buhit

Situs Batu Hobon 

Kunjungan kami kali ini adalah menuju Batu Hobon yang disakralkan oleh masyarakat suku Batak. Batu Hobon berada di area Pusuk Buhit di Pangururan.  



Di tempat ini kerap diadakan upacara sakral yang masih berlanjut hingga sekarang. Upacara itu diyakini sebagai penghormatan pada roh leluhur sekaligus menerima pewahyuan dari nenek moyang, dikenal dengan sebutan Ompu “Tatea Bulan”.



Waktu kami mengunjungi tempat ini hujan turun sangat deras. Jalan licin dan menanjak tidak mengurangi keinginan kami untuk melihat situs batu Hobon ini. Akhirnya sampai juga kami walaupun berbasah basah karena ditimpa hujan.


Alkisah menurut cerita Batu Hobon adalah buah tangan Raja Uti untuk menyimpan harta kekayaan orang Batak, berupa harta pusaka dan alat-alat musik. Di dalam Batu Hobon ini tersimpan Lak-Lak ( kitab) yang berisi ajaran dan nilai-nilai luhur.


Berdasarkan pewahyuan yang datang pada keturunannya, diperkirakan pada suatu saat, benda-benda yang tersimpan dalam batu itu akan di keluarkan sendiri oleh Raja Uti –yang menurut kepercayaan setempat tidak pernah mati. Dia akan tetap hidup dalam pribadi-pribadi pilihan yang tentu masih keturunannya.

Patung Ompu Saribu Raja berdiri tegak menjaga Batu Hobon yang konon berisi harta kekayaan yang tidak ternilai.

Batu hobon biasanya tempat suku Batak yang sebagian masih beragama Parmalim, dan agama ini memohon berkat Sumangot dari Dewa Debata Mula jadi Nabolon, dari Arwah-arwah leluhur (dari yang Ghaib) , juga dari Tokoh-tokoh adat atau kerabat-kerabat adat yang di hormati, seperti Kaum Hula-hula (dari sesamanya). Agama ini lebih condong ke paham Animisme. Agama ini bersifat tertutup hanya untuk suku Batak, karena upacara ritualnya memakai bahasa Batak.


Disini kami melihat orang berdoa memohon di batu Hobon ini sambil menangis nangis menceritakan dan mohon dibantu keluar daari kesulitan hidupnya.
Umumnya yang datang berdoa kesini selalu membawa sesajen sirih, rokok dan telur ayam. Telur biasanya dipecahkan diatas Batu Hobon walaupun sudah ada larangan memecahkan telur diatas batu tapi larangan itu tetap asaja diabaikan.
Dari lokasi ini pejalanan kami lanjutkan ke situs Batu Sira, batu Parulubalangan. Yuk ikuti cerita perjalanan kami. 
Salam traveler.














0 komentar:

Posting Komentar