Mengunjungi kota Medan tak lengkap rasanya bila tak mampir menyinggahi Merdeka Walk dan bangunan sekelilingnya. Merdeka Walk sendiri adalah pusat jajanan kota Medan yang dibangun pada masa pemerintahan walikota Medan Abdillah yang mengundang banyak kontroversi karena dengan dibangunnya pusat jajanan ini jelas menutupi keindahan lapangan Merdeka itu sendiri. Apalagi Lapangan Merdeka itu selama ini berfungsi sebagai paru-parunya kota Medan. Lapangan Merdeka bertambah sempit dengan ditutupi Merdeka Walk disisi kirinya, dikanan ditutupi kios buku-buku bekas dan diujung satunya diperuntukkan untuk tempat parkir.

Tempat selanjutnya yg saya kunjungi Medan City Railway station. Stasiun kereta api ini terhubung langsung ke Bandara Kualanamu yang jauhnya 45menit jarak tempuh dengan kereta api dari Medan dengan tiket seharga 80ribu rupiah. Menurut saya harga tiket ini kemahalan tapi kalau keberatan dengan harga tiket Kereta api anda bisa menggunakan bis Damri yang tarifnya cuma 15ribu hanya saja harus menyediakan waktu lebih awal karena jarak tempuh ke Bandara Kualanamu bisa 2jam.


Dari Medan city railway station saya memilih berputar searah jarum jam. Tempat yang saya kunjungi selanjutnya adalah Titi Gantung, Titi gantung ini ada sudah sejak tahun 1885 dibangun ketika dibukanya Perusahaan Kereta Api Deli Spoorweg Maatschappij (DSM). Disini dulu bergabung penjual buku bekas, tempat pedagang obat berorasi mempromosikan dagangannya dan akses melintas masyarakat dari arah lapangan merdeka ke gang buntu dan sebaliknya. Namun kini Titi gantung sudah dipercantik, ibarat gadis Titi gantung sudah mulai berdandan. Penjual buku bekas sudah dipindahkan ke sisi lapangan Merdeka. Dampaknya malah lapangan merdeka yang kelihatan jadi tambah kumuh.

Bergerak sedikit tak jauh dari Titi gantung kita akan menemukan Gedung Lonsum atau dengan nama lain disebut London Sumatera. Gedung ini termasuk salah satu bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda. Berada dipojokan Kesawan atau Jalan Ahmad Yani, kurang lebih 100 meter dari Merdeka walk. Menurut sejarah gedung Lonsum dibangun tahun 1906. Pertama gedung ini adalah milik perusahaan Harisson & Crosfield yang bergerak dibidang perkebunan. Setelah Indonesia Merdeka gedung ini beralih kepemilikannya ke pemerintah Indonesia dan diberi nama PT PP London Sumatera. Sampai sekarang gedung berlantai lima ini masih berfungsi dan terawat baik.
Beralih kearah kanan dari gedung Lonsum ini terdapat gedung eks Balaikota Medan yang kini beralih menjadi Hotel Aston, lalu di sebelahnya Gedung Bank Indonesia dan bekas Hotel Dharma Deli yang ketiganya dibangun pada masa penjajahan Kolonial Belanda.
 |
| Add caption |
 |
| Add caption |
Gedung Balai Kota Medan yang bersejarah yang indah ini bukannya dibikin jadi ruang publik, eh malah digadaikan jadi restoran ke hotel Aston.. . . sedih ngeliatnya.
 |
Gedung Balai kota ini sekarang sudah berubah bentuk dan menjadi Hotel Aston. Foto dipinjam dari Google.
Bergeser sedikit kekanan kita akan menemukan Gedung Kantor Pos Pusat kota Medan. Gedung ini adalah ikon kota Medan berada dititik 0 nya kota Medan. Kantor Pos ini dibangun tahun 1911 oleh seorang arsitek Belanda Snuyf. Bangunan ini memiliki luas 1200 meter persegi, dengan tinggi mencapai 20 meter. Bangunan yang di dominasi dengan warna putih dan orange, yang merupakan identitas Pos Indonesia ini memiliki bentuk kubah yang unik. Bentuk kubah tetap dipertahankan walaupun kantor pos ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Jendela-jendela yang terletak pada sisi-sisi bangunan berbentuk setengah lingkaran, dengan tiang putih yang menyangganya, membuat bangunan tersebut terlihat seperti kandang burung. Sisi unik itulah yang mampu menarik wisatawan untuk mengunjungi kantor pos tersebut. Betapa menariknya kantor pos tersebut, bagaimana tidak? kantor pos yang berusia ratusan tahun tersebut menyimpan sejarah yang terjadi di kota Medan. Kantor pos tersebut adalah saksi bisu perjuangan tokoh-tokoh masyarakat Medan meraih kemerdekaan. Kantor Pos Medan merupakan salah satu aset bangunan bersejarah di Medan yang patut untuk dirawat.

Yang sangat disayangkan banyak sekali bangunan heritage yang dirobohkan pada sekitar antara tahun 2000 sampai tahun 2008. Bangunan yang dirobohkan dan kini telah rata dengan tanah diantaranya sekolah SMA negeri3 bekas sekolah HBS dijaman Belanda, sekolah SMP Negeri2 bekas sekolah HIS, Gedung Kerapatan jalan Brig jend Katamso Medan.
Melihat kemegahan gedung bersejarah ini, rasanya sangat menyayat hati begitu tahu bangunan ini sengaja dirubuhkan oleh pemerintah Medan.
Andaikata anda sedang berjalan-jalan ke Medan luangkanlah waktu untuk melihat gedung-gedung bersejarah dan keunikan gaya arsitek bangunan yang ada di pusat kota Medan. Insyaallah ditulisan yang akan datang saya akan membahas tentang wisata kuliner Kota Medan.
*** Sebagian tulisan dikutip dari Wikipedia dan dirangkum dari berbagai sumber.
|
0 komentar:
Posting Komentar