Minggu, 26 Mei 2019

Makam Cong A Fie - Pulau Berayan

Makam Cong A Fie
Cong A Fie lahir di Guangdong, Tiongkok, pada tahun 1860 dan tutup usia pada 4 Februari 1921. Sepanjang pengetahuan saya, selama ini belum banyak orang yang tahu bahwa Cong A Fie dimakamkan di Pulau Berayan. Sebagian orang mengatakan Cong A Fie dimakamkan di Tanjung Morawa, ada yg mengatakan di Labuhan, ada juga yang mengatakan di Kebun Bunga, padahal di Cong A Fie mansion sudah ada dipajang foto makamnya, Cuma nggak gampang untuk menemukan lokasi pemakaman ini karena sudah terkepung oleh pasar dan perumahan.  Selama ini saya mencoba browsing belum ada yang posting makam Cong A Fie ini.
Di seputaran lokasi ini dulu berdiri rumah per-istirahatan Tjong a fie. Sebuah rumah besar yg asri dengan pendopo tempat minum teh dikelilingi kolam teratai yg indah. Rumah peristirahan ini juga penuh dengan aneka tanaman buah-buahan seperti manggis, buah nam-nam, buah baldu, buah sirsak dan kursi kursi besi dibeberapa tempat untuk beristirahat.
Patung singa disisi makam Cong A Fie
Sajak kecil kami sudah biasa main ditempat ini karena tempatnya dulu nyaman dan teduh. Disisi kiri dan kanan makam terlihat dua patung singa yang mengawal makam Cong A Fie. Dulu kami menamakan singa ini “Si ngadiem”. . . hahahaha.

Danish dan makam Cong A Fie
Sampai sekarang makam ini masih terawat baik.

Cucu mantu Cong A Fie

Cucu mantu Cong A Fie ini yang membawa kami masuk ke komplek pemakaman karena agak susah menemukan jalan dan pintu masuk ke lokasi karena tertutup tembok sekeliling dan untuk masuk harus minta izin pada penjaga makam terlebih dahulu.

Bersama Bu Tin yang sudah berbaik hati membawa kami masuk kedalam.

Diseberang makam ada kolam teratai yang dulunya terawat baik, sayang sekarang walaupun terratainya masih ada tapi kolam penuh lumpur dan airnya kurang bersih
karena tidak dirawat.




Kolam renang keluarga Cong A Fie sisi kanan makam. Sekarang kolam renang ini dipercaya angker karena ada penunggunya si Buaya putih. Waktu Danish main-main kedekat kolam ini dicegah oleh Ibu Tin, karena katanya ada orang yg pernah mati tenggelam dikolam karena mendekat kekolam dan seperti ada yang memanggil-manggil. Hiiii . . . serem ya.



Cong A Fie menikah tiga kali. Istri pertamanya bermarga Lie dinikahinya waktu di Tiongkok. Saat tiba di Deli ia menikah kedua kalinya dengan Nona Chew dari Penang dan memilki tiga orang anak, yakni Tjong Kong Liong, Tjong Song-Jin dan Tjong Kwei-Jin. Namun istri keduanya meninggal dunia. Istri ketiganya Lim Koei Yap ini putri seorang mandor perkebunan dari Sungai Mencirim. Bersama Lim Koei Yap, Tjong A Fie memiliki tujuh orang anak, yakni Tjong Foek-Yin (Queeny), Tjong Fa-Liong, Tjong Khian-Liong, Tjong Kaet Liong (Munchung), Tjong Lie Liong (Kocik), Tjong See Yin (Noni) dan Tjong Tsoeng-Liong (Adek).

Dekat pintu masuk ke lokasi makam ada sebuah rumah untuk tempat tinggal penjaga makam, sayang si Bapak tidak bersedia saya foto.
Lokasi ini mulai tergusur sedikit demi sedikit sejak tahun 1974, jadi penduduk Pulau Berayan sendiri yang lahir diatas tahun 1974 sudah kurang mengetahui tentang sejarah tempat ini dimasa lalu.


0 komentar:

Posting Komentar